170 views

Solidaritas dan Kepedulian Masyarakat Perkotaan di Bulan Ramadhan Pada Masa Pandemi

Oleh Ummahatul Choiroh*

Sudah hampir 2 bulan hingga memasuki bulan Ramadhan angka kasus Positif COVID -19 di Indonesia kurva nya mengalami kenaikan. Hal ini tentu berdampak pada kehidupan masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, sosial, bahkan agama. Kebijakan- kebijakan pun dikeluarkan pemerintah untuk mencegah agar penyebaran virus tersebut tidak semakin meluas.  Semua kegiatan dan aktivitas normal Masyarakat pun di rumah kan. mulai dari kerja, belajar, dan ibadah. semua dilakukan di Rumah.  dan saat nya untuk kita saling tolong –menolong, bekerja sama, dan bersatu padu bergotong royong.  Seperti dalam pernyataan Presiden Joko Widodo melalui siaran pers di Istana Bogor Jawa Barat, yang dilansir dari katadata.co.id (Fajrian,2020). untuk membantu masyarakat  yang ter dampak secara ekonomi pemerintah pun memberikan bantuan kepada masyarakat melalui pemerintah daerah masing masing. seperti bantuan sembako berupa beras  yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Kediri kepada warga nya yang kurang mampu (kedirikab.go.id.2020) dan juga kepada warga yang ter-dampak covid -19 yang mengharuskan warga tersebut melakukan isolasi Mandiri di rumah (Masyhari.2020).

Pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), serta pelarangan aktivitas keagamaan di tempat tempat ibadah untuk sementara waktu bagi seluruh umat beragama di indonesia. Termasuk  peniadaan sholat jum’at jamah terutama pada wilayah yang sudah berada pada zona merah, dan kuning. Seperti yang terjadi pada DKI Jakarta yang sudah berzona merah,  dilansir dari republika.co.id, pada pertengahan bulan maret  Gubernur DKI Jakarta , Anies Baswedan menyampaikan bahwa sholat jum’at di masjid pada wilayah Jakarta  akan ditiadakan selama 2 pekan (Chrystianingsih-red, 2020). Untuk sementara waktu ibadah shalat jumat dilakukan di rumah. Dengan adanya kebijakan untuk ibadah di rumah diharapkan dapat mengurangi penyebaran virus ini agar tidak semakin meluas. Memasuki bulan Ramadhan pemerintah pun juga mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan sholat Tarawih  di Masjid.  Himbauan ini dirasakan secara psikis bagi umat muslim yang  menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.

Suasana Ramadhan yang penuh dengan kecerian denan berbagai pernak  pernik kegiatan, seperti pasar ramadhan, kegiatan buka bersama, sholat taraweh berjamah di masjid serta aktivitas ngabuburiit di sore hari yang menjadi tradisi masyarakat. Bahkan aktivitas tersebut menjadi tradisi anak muda yang sudah mengakar, dimana kegiatan tersebut selalu menjadi moment yang dirindukan pun kini hanya tinggal kenangan. Peniadaan kegiatan tersebut dilakukan untuk mentaati kebijakan pemerintah tentang pelarangan dan peniadaan segala aktivitas yang mengumpulkan banyak  masa, dan  berkerumun.  serta sebagai salah satu usaha untuk  memutus rantai penyebaran virus COVID-19. Dalam menanggapi kebijakan  pemerintah pun respon masyarakat sangat beragam. ada yang tetap melakuak ibadah di rumah. namun ada juga beberapa masjid yang tetap mengadakan ibadah namun dengan menggunakan protokol kesehatan COVID, seperti penyemprotan masjid, para jemaah menggunakan masker, dan social  distancing (jarak antara satu jamaah dengan jamaah yang lainnya). Seperti sholat jum’at yang dilakukan beberapa masjid di Jakarta (Nursalikah.2020)

Menghadapi masa pandemi yang belum juga mengalami penurunan masyarakat pun berinisiatif untuk saling membantu dan tolong menolong  terhadap masyarakat di lingkungan sekitar nya.  Rasa solidaritas pun terpupuk dengan sendirinya. Para aktivis dan lembaga sosial pun bersama masyarakat melakukan penggalangan dana dan donasi, bergotong royong membantu masyarakat yang terdampak COVID-19 ini. Mulai dari berbagi nasi bungkus, pemberian sembako, dan penyaluran alat APD (Alat Pelindung Diri) yang sangat di butuhkan oleh para NAKES kepada Rumah Sakit, Puskesmas, ataupun Klinik yang membutuhkan. seperti yang dilansir dari republika.co.id. Semangat warga untuk mendonasikan sebagian rejekinya semakin meningkat, Hal itu dibuktikan dengan adanya peningkatan penerimaan donasi oleh lembaga filantropi Baznas, terutama di pandemik ini. Hal tersebut dinyatakan langsung oleh direktur utama Baznas M.Arifin Purwakanata.(Ichsan,2020)

Solidaritas dan kepedulian masyarakat kota pun mulai terbentuk,terlebih terhadap para mahasiswa/i yang tidak pulang kampung.  seperti yang dilakukan oleh salah satu masjid di daerah Sapen Yogyakarta yang menyediakan nasi bungkus untuk  buka puasa bagi warga masyarakat sekitar dan ter khusus bagi para mahasiswa yang berada di lingkunan sekitar daerah Sapen dan sekitarnya. dan kebetulan tempat tinggal penulis berdekatan  dengan lokasi masjid tersebut. Penulis juga sempat bertemu  dengan salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam melaksanakan agenda tersebut. informasi yang disampaikan dari mulut ke mulut ini cukup efektif, terbukti banyak dari mahasiswa/i yang datang untuk mengambil nasi bungkus yang telah disediakan. Penyediaan nasi bungkus ini berlangsung selama bulan Ramadhan. Kegiatan bagi  bagi nasi bungkus ini memang agenda yang selalu dilaksanakan oleh pihak masjid tersebut setiap bulan Ramadhan. di tahun ini karena situasi pandemik yang belum juga sembuh, akhirnya teknis pembagian nya saja yang berbeda. warga atau mahasiswa/i datang ke masjid pada waktu menjelang berbuka dan mengambil nasi bungkus yang telah disiapkan.  pihak masjid menyediakan handsanitizer, dan juga tempat cuci tangan yang berlokasi di samping masjid. setiap yang akan mengambil nasi bungkus harus memakai masker, dan menyemprotkan handsanitizer ke tangan mereka atau mencuci tangan di tempat yang telah di sediakan. Untuk sholat jamaah tarawih dan sholat Jum’at di masjid tersebut memang ditiadakan. Dalam pelaksanaan pengadaan nasi bungkus, dana nya berasal dari donatur, dan warga masyarakat sekitar yang ingin mendonasikan uang nya. Hal ini diketahui penulis ketika penulis bertanya secara spontan kepada salah satu penaggung jawab dalam pengadaan nasi bungkus tersebut. Adanya kegiatan pengadaan tersbut sangatlah membantu terutama bagi mahasiswa yang tidak bisa pulang ke kampung halaman. Wargapun juga bergotong royong membuat portal dan tempat untuk cuci tangan . Lokasi pemortalan tersebut berada di depan gang masuk Perbatasan RW. 08 yang berlokasi di wilayah Sapen Yogyakarta.


salah satu mahasiswa yang sedang mengambil nasi bungkus yang telah disedikan oleh masjid.
Gambar pemortalan di RW 08, Sapen Yogyakarta

Teori tentang solidaritas mekanik dan organik  yang di cirikan/diibaratkan antara solidaritas yang berada di wilayah pedesaan dan solidaritas yang terjadi di wilayah perkotaan, solidaritas mekanik lebih kepada masyarakat sederhana dengan rasa kepedulian, dan gotong royong terjadi secara alamiah tanpa adanya unsur kepentingan pribadi,  karakter  tersebut mewakili masyarakat desa. sedangkan organik , solidaritas yang muncul lebih dikarenakan adanya unsur kepentingan pribadi/karena pekerjaan.serta mencirikan masyarakat yang kompleks.dan mencirikan karakter masyarakat kota. (academia.edu). menurut penulis solidaritas mekanik pun bisa tumbuh di masyarakat kota. misalnya saja karena Adanya pandemik ini  ternyata membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat. karena adanya perasaan satu nasib, sehingga rasa solidaritas tersebut akan muncul dengan sendirinya.  seperti kepekaan, kepedulian, dan solidaritas masyarakat yang lebih bercirikan kepada masyarakat desa, ternyata dapat muncul juga masyarakat  kota . seperti yang dilakukan dimasjid yang berada di Sapen Yogyakarta. dan dengan adanya lembaga filantropi yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk mendonasikan sebagian harta mereka. pandangan tentang masyarakat kota yang egois dan individual pun sedikit demi sedikit dapat terkikis, dan tergugurkan.

(Penulis adalah mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta angkatan 2018). [SH]

Referensi :

Fajrian, Happy. 2020. Cegah Covid-19, Jokowi: Saatnya Bekerja, Belajar dan Ibadah dari Rumah. https://katadata.co.id/berita/2020/03/15/cegah-covid-19-jokowi-saatnya-bekerja-belajar-dan-ibadah-dari-rumah. Diakses pada Juni 2020.

Masyhari, Nanang. 2020. Pemkab Kediri Beri Bantuan Warga Jalani Isolasi Mandiri di Rumah. https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/pemkab-kediri-beri-bantuan-warga-jalani-isolasi-mandiri-di-rumah/. Diakses pada Juni 2020.

Kediri, Pemkab. 2020. Pemkab Kediri Berikan Beras untuk warga kurang mampu. https://kedirikab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=5932:pemkab-kediri-berikan-beras-untuk-warga-kurang-mampu&catid=186:sosial&Itemid=184. Diakses pada Juni 2020.

Amrullah, Amri. 2020. Shalat Jumat di Masjid Jakarta Ditiadakan Dua Pekan. https://republika.co.id/berita/q7fx1b459/shalat-jumat-di-masjid-jakarta-ditiadakan-dua-pekan. Diakses pada Juni 2020.

Nursalikah, Ani. 2020. DMI Jakarta Imbau Masjid Terapkan Protokol Kesehatan. https://republika.co.id/berita/q7gyhq366/dmi-jakarta-imbau-masjid-terapkan-protokol-kesehatan. Diakses pada Juni 2020.

 Yusuf, Ali. 2020. Baznas: Donasi Masyarakat Selama Pandemi Naik. https://republika.co.id/berita/q9i31w483/baznas-donasi-masyarakat-selama-pandemi-naik

 Eko Purwanto, Muhammad. ”Solidaritas Mekanik dan Solidaritas Organis pada masyarakat dan hukum di Indonesia”. Artikel ilmiah.               
https://www.academia.edu/37998708 Solidaritas_Mekanis_dan_Solidaritas_Organis_Pada_masyarakat_dan_Hukum_di_Indonesia. Diakses pada Juni 2020.

Avatar

admin

Pengelola Website Nyabtu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: