393 views

Kepemimpinan dan Mutu Pendidikan

MENISCAYAKAN KEPEMIMPINAN TRANFORMASIONAL DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

Oleh : Ahmad Baihaqi*

Perbincangan mengenai kepemimimpinan pendidikan adalah suatu tema diskusi yang menarik dan urgen dalam keberlangsungan suatu institusi pendidikan. Karena kepemimpinan merupakan hal yang strategis eksistensinya dalam sebuah organisasi.

Bahkan keberadaan kepemimpinan dalam sebuah organisasi merupakan condisio sine cuanon. Sehubungan tentang betapa strategisnya kedudukan kepemimpinan dalam organisasi, maka pengkajian tentang hal ini senantiasa menjadi topik yang menarik untuk terus dibahas berdasarkan teori-teori yang telah ada, bahkan muncul teori-teori batu .

Dan bahkan akan semakin banyak teori-teori baru yang muncul sebagai bagian dari penguatan terhadap kajian kepemimpinan tersebut.

Sehubungan dengan kuatnya kepemimpinan mempengaruhi terhadap kinerja organisasi, maka keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi umumnya juga dipengaruhi oleh kepemimpinan yang dijalankan oleh pemimpin organisasi itu.

Sehingga pada tataran konsep maupun tataran teknik implementasi kepemimpinan ini dipandang sudah tidak adaptif lagi dengan lingkungan internal maupun eksternal organisasi akan dapat mengakibatkan kegagalan organisasi dalam mencapai tujuan.

Visionary Leadership merupakan suatu konsep kepemimpinan yang menekankan bahwa kepemimpinan itu memiliki visi, yaitu kepemimpinan yang kerja pokoknya difokuskan pada rekayasa masa depan yang penuh tantangan. Dan kepemimpinan visioner ini pada akhirnya akan menunjukkan pada kepemimpinan yang berkualitas.

Visionary Leadership  akan dapat terwujud manakala stakeholders dalam organisasi tersebut terbangun komitmennya untuk meraih tujuan organisasi secara terpadu.

Maka beberapa konsep dasar harus dipahami sebagai fondasi dalam membangun visionary leadership antara lain : Visionary Leadership harus memahami Konsep Visi, karakteristik dan unsur visi, serta Tujuan Visi.

Secara umum kepemimpinan terdapat dua gaya kepemimpinan yaitu gaya dengan orientasi tugas (task oriented) dan gaya orientasi pada anggota (employee-oriented). Pada perkembangan selanjutnya seiring dengan perubahan social gaya kepimpinan mengalami pengembangan yaitu gaya kepemimpinan transasional, gaya kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan visioner.

Kepala madrasah yang bekerja secara profesional dituntut untuk memiliki jiwa kepemimpinan  yang visoner, kepemimpinan yang menunjukkan arah, dapat membangun team, mencerahkan, dan memotivasi. Sehingga kepala Madrasah dapat memotivasi anggotanya ( guru, dan tenaga administrasi) untuk sama-sama mencapai visi dan misi organisasi Madrasah.

Dalam tulisan yang sangat sederhana ini akan membahas Gaya kepemimpinan transformasional yang memiliki beberapa karakter dan apa benang merah yang bisa menjadikan mutu pendidikan lebih maju.

Kepemimpinan Transformasional

Istilah “kepemimpinan transformasional” bukanlah sebuah hal yang baru, istilah ini diciptakan oleh James MacGregor Burn pada tahun 1978, namun baru dikenal luas dalam beberapa tahun terakhir. Kepemimpinan tranformasional atau transformational leadhership adalah sebuah gaya kepempinan yang mengeidentifikasi perubahan yang diperlukan, menyusun visi yang akan membuka jalan bagi perubahan yang dibuat dan melaksanakan rencana yang diperlukan agar perubahan tersebut terjadi.

Sangat mudah untuk melihat mengapa gaya kepemimpinan ini penting dalam dunia yang senantiasa berubah saat ini khususnya dalam dunia pendidikan. Adapun karakter para pemimpin transformasional antara lain sebagai berikut :

Pemimpin Visioner

Kepemimpinan adalah hal yang yang penting dalam organisasi, sebagaimana dkatakan Rasulullah SAW “Apabila keluar tiga orang dalam suatu perjalanan, hendaknya salah sorang dari mereka dijadikan pemimpin.“

Suatu oragnisasi memiliki kompleksitas barang nmaupun ide, menghadapi berbagai perubahan yang senantiasa melingkupi setiap saat, dan menghadapi berbagai karakteristik personil yang dapat mengembangkan maupun melemahkan.

Sehingga diperlukan orang yang tampil mengatur, memberi pengaruh, menata, mendamaikan, member penyejuk, menata, mendamamaikan dan dapat menetapkan tujuan yang tepat saat anggota tersesat atau kebingungan menetapkan arah. Disnilah perlunya pemimpin yang melaksanakan kepemimpinan.

Kepemimpinan pendidikan yang diperlukan saat ini adalah kepemimpinan berdasarkan jati diri kepribadian bangsa yang hakiki, yang bersumber dari nilai budaya dan agama dan mampu mengantisipasi  perubahan perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan.

Menginspirasi

Perubahan dalam perusuhaan atau lembaga tidak dapat diterapkan secara paksa. Sehingga metode ini membutuhkan adanya pengawasan konstan, yang berarti terbuangnya sumber daya manusia dengan sia-sia.

Perubahan harus dilakukan dengan disertai perubahan pemikiran, pola pikir dan perilaku secara bertahap. Inilah alasan mengapa pemimpin tranformasional harus dapat menjadi inspirasi memberikan teladan etis, empatis, tulus, optimis serta berwibawa.

Dengan menunjukan atribut positip tersebut, akan secara otomatis menginspirasi para pegawai yang berada sekitarnya dan memudahkan terlaksananya perubahan yang diperlukan.

Kemampuan beradaptasi

Tujuan para pemimpin transformasional adalah untuk menciptakan perubahan yang positip. Sebab itu, mereka harus dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis. Mereka mencari cara untuk meminimalisir resiko yang dihasilkan.

yang dihasilkan dari berbagai implementasi dan perubahan baru, menjawab tantangan dari dinamika pasar yang baru, serta mencoba-coba berbagai metode untuk melakukan tugas-tugas tertentu demi kemajuan sebuah lembaga.

Berpikiran Terbuka

Untuk dapat menerapkan perubahan, harus ada penerimaan nilai-nilai dan prosedur terlebh dahulu. Para pimpinan dituntut untuk memiliki pemikiran terbuka terkait metode baru yang diusulkan. Para pimpinan harus berusaha untuk tidak bersikap konservatif atau skeptic. Tetapi menunjukan kemauan sikap terbuka.

Sehingga hal ini menujukan sinyal yang baik bagi para pegawai. Dengan berfikir terbuka, maka sebuah akan mendorong adanya inovasi dan perubahan dalam sebuah lembaga.

Progresif

Sesuatu yang transfomasinal melibatkan adanya perubahan dan peningkatan, atau adanya kemajuan. Sebab itu, pemimpin yang memiliki tujuan transformasional haruslah bersifat progresif; bersedia menerima gagasan dan praktik terbaik industri yang meningkatkan  standar lembaga dalam berbagai aspek.

Mereka tidak takut untuk menjajaki area-area baru. Selama dinilai akan menguntungkan dimasa depan, khususnya dunia pendidikan.

Mutu Pendidikan

Defenisi mutu memiliki konotasi yang bermacam-macam bergantung orang yang memakainya. Mutu berasal dari bahasa latin yakni “Qualis” yang berarti tergantung kata apa yang mengikutinya (what kind of). Mutu menurut Deming ialah kesesuaian dengan kebutuhan. Sedang menurut Juran ialah kecocokan dengan kebutuhan.  (Usman, 2006 : 407). Masih dalam buku yang sama (406) petikan dari Sallis (2003) mengemukakan mutu adalah konsep yang absolut dan relatif.

Mutu yang absolut ialah mutu yang idealismenya tinggi dan harus dipenuhi, berstandar tinggi, dengan sifat produk bergengsi tinggi. Sedang mutu yang relatif bukanlah sebuah akhir, namun sebagai sebuah alat yang telah ditetapkan atau jasa dinilai, yaitu apakah telah memenuhi standar yang telah ditetapkan (Usman, 2006 : 408).

Ditinjau dari sudut hukum, difinisi pendidikan berdasarkan undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas),pasal 1(1 dan 4),yaitu  “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”

Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan(Husaini Usman:2006:7). Menurut Sunario seperti dikutip Usman (2006:7) potensi otak manusia yang digunakan untuk barpikir baru 4% .Jadi masih 96% dari otak manusia yang belum digunakan untuk berpikir. 

Mutu di bidang pendidikan meliputi mutu input, proses, output, dan outcome. Input pendidikan dinyatakan bermutu jika siap berperoses. Proses pendidikan bermutu apabila mampu menciptakan suasana yang PAKEM (Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, dan Menyenangkan).

Output dinyatakan bermutu apabila hasil belajar akademik dan non akademik siswa tinggi. Outcome dinyatakan bermutu apabila lulusan cepat terserap di dunia kerja, gaji wajar, semua pihak mengakui kehebatannya lulusannya dan merasa puas (Usman, 2006 : 410).

Mutu dalam konteks manajemen  mutu terpadu atau Total Quality Management (TQM) bukan hanya merupakan suatu gagasan. Melainkan suatu filosofi dan metodologi dalam membantu lembaga untuk mengelola perubahan secara totalitas dan sistematik.

Perubahan tersebut melalui perubahan nilai, visi, misi, dan tujuan. Karena dalam dunia pendidikan mutu lulusan suatu madrasah dinilai berdasarkan kesesuaian kemampuan yang dimilikinya dengan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum.

Sedangkan menurut Hari Sudradjad (2005 : 17) pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan atau kompotensi. Baik kompetensi akademik maupun kompetensi kejuruan, yang dilandasi oleh kompetensi personal dan sosial, serta nilai-nilai akhlak mulia. Yang keseluruhannya merupakan kecakapan hidup (life skill).

Lebih lanjut Sudradjat megemukakan pendidikan bermutu  adalah pendidikan yang mampu menghasilkan manusia dengan pribadi yang integral (integrated personality.). Yaitu mereka yang mampu mengintegralkan iman, ilmu, dan amal.

Namun untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan, maka madrash  harus melaksanakan Manajemen Berbasis Madrasah (MBM)  yang berorientasi pada peningkatan mutu. (*Penulis adalah Pengurus PC ISNU Ponorogo). [AM]

Avatar
Latest posts by admin (see all)
Avatar

admin

Pengelola Website Nyabtu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: