308 views

Analisis Pra Muktamar Dosen PMII Se-Indonesia

Analisis Pra Muktamar dosen PMII Se-Indonesia: Bonus dan Peluang
Oleh: Sunanto*

Bangsa Indonesia menyambut bonus demografi berupa generasi emas 2045 mendatang. Pertanyaannya, apakah kader PMII sudah siap? Atau hanya sekadar wacana masa depan? Apa yang secara konkrit telah disiapkan? Bukankah kita tidak menginginkan bonus tersebut justru menjadi bencana demografis? Harapan kami Muktamar pertama PMII se- Indonesia ini benar-benar bisa menghasilkan rekomendasi yang konkrit dan aplikatif untuk menyongsong generasi emas 2045 .

Hal berikutnya adalah bagaimana Muktamar bisa merekomendasikan peta jalan (road map) gerakan pemikiran dosen se-Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Jadi harapanya bukan hanya sekedar momen, tetapi harus berkelanjutan menentukan arah perumusan yang benar-benar kongkret dan realistis.

Apakah lebih pengembangan SDM atau pengemabangan potensi diri kader. Karena banyak kader-kader PMII yang berpotensi tetapi lemah dalam relasi, dan seharusnya peran senior adalah melakukan pengawalan kader sampai tuntas hingga sampai menempati wilayah-wilayah yang strategi.

Pemikiran Dosen PMII adalah “SDM Unggul, Dosen PMII Menuju Indonesia Emas’’. Sebagai insan intelektual yang paripurna berproses di PMII, Harisudin selaku ketua Ketua Panitia Muktamar Pemikiran Dosen PMII mengatakan, penting bagi para dosen untuk mereposisi peran strategis dan ideologi mereka. Tetapi kenyataannya di lapangan kader butuh pendampingan yang tuntas dalam peran strategi yang ditempatkan oleh kader PMII.

Sebagai sosok yang sudah dilegitimasi menjadi senior, selain melakukan pengawal intens kepada kader, sebisa mungkin senior mengembalikan esensi dan substansi organisasi, terutama nilai-nilai yang diusung dalam PMII, dan landasan bergerak serta merumuskan inovasi PMII ke depan, kemudian mengkorelasikan dengan perkembangan zaman yang ada.

Dari situ para kader PMII didorong untuk lebih mengenal potensi dirinya masing-masing. Itu sebenarnya hal kecil yang sering terlupakan. Padahal kalau dilihat dalam jangka waktu lama untuk menyambut generasi emas 2045, yang dibutuhkan mutlak para kader PMII adalah potensi, karakter, dan ciri khas yang dimiliki.

Muktamar PMII yang pertama harapan kami menghasilkan sebuah pemikiran konkrit dan berdampak pada kader-kader PMII yang berpotensi, lalu di sesuaikan dengan potensi kader yang dimiliki.

Kami bangga dan bersemangat dengan adanya Muktamar PMII Se-Indonesia ini, karena ini sebuah langkah awal kader PMII lebih percaya diri untuk selalu memperjuangkan nilai-nilai pergerakan dalam konteks pemikiran maupun tindakan.

Terima kasih senior-senior PMII Se-Indonesia kami bangga melihat senior-senior PMII yang nyatanya hebat-hebat di tempatnya masing-masing. Dan ini menjadikan kami termotivasi untuk terus melanjutkan nilai-nilai ideologi aswaja menujut PMII yang humanistik di segala sektor. Salam pergerakan! (* Penulis adalah Dosen universitas NU Surabaya dan pembina PMII UNUSA/Pengurus ISNU Kota Surabaya). [AR]

Avatar
Latest posts by admin (see all)
Avatar

admin

Pengelola Website Nyabtu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: